Pemasaran Media
Sosial (SMM) Ditetapkan
Apa itu Social Media Marketing (SMM)
Pemasaran
media sosial (SMM) adalah penggunaan situs web media sosial
dan jejaring sosial
untuk memasarkan produk dan layanan perusahaan. Pemasaran media sosial
menyediakan perusahaan dengan cara untuk mencapai pelanggan baru, terlibat
dengan pelanggan yang ada, dan mempromosikan budaya yang diinginkan, misi, atau
nada. Juga dikenal sebagai "digital marketing" dan "e-marketing,"
pemasaran media sosial memiliki alat analitik data yang dibuat khusus yang
memungkinkan pemasar untuk melacak seberapa sukses upaya mereka.
Breaking Down Sosial Media Pemasaran (SMM)
Situs
media sosial memungkinkan pemasar untuk menggunakan berbagai macam taktik dan
strategi untuk mempromosikan konten dan memiliki orang yang terlibat dengan
itu. Banyak jaringan sosial memungkinkan pengguna untuk memberikan rinci
geografis, demografis, dan informasi pribadi, yang akan memungkinkan pemasar
untuk menyesuaikan pesan mereka untuk apa yang paling mungkin untuk beresinasi
dengan pengguna. Karena audiens internet dapat tersegmentasi lebih baik
daripada saluran pemasaran yang lebih tradisional, perusahaan dapat memastikan
bahwa mereka memfokuskan sumber daya mereka pada penonton yang ingin mereka
Targetkan.
Kampanye pemasaran media sosial memiliki keuntungan
menarik bagi khalayak luas sekaligus. Misalnya, kampanye dapat menarik bagi
calon pelanggan, karyawan, blogger, media, masyarakat umum, dan pemangku
kepentingan lain (seperti Peninjau pihak ketiga atau grup perdagangan).
Beberapa metrik yang digunakan untuk mengukur keberhasilan kampanye pemasaran
media sosial termasuk laporan situs web (seperti Google Analytics),
Return-on-investasi (dengan menghubungkan pemasaran ke aktivitas penjualan),
tingkat respons pelanggan (berapa banyak pelanggan posting tentang sebuah
perusahaan), dan mencapai/virality (berapa banyak pelanggan berbagi konten).
Strategi pemasaran media sosial
Sebuah
strategi utama yang digunakan dalam pemasaran media sosial adalah untuk
mengembangkan pesan dan konten yang pengguna individu akan berbagi dengan
keluarga mereka, teman, dan rekan kerja. Strategi ini bergantung pada mulut dan
memberikan beberapa manfaat. Pertama, meningkatkan jangkauan pesan ke jaringan
dan pengguna yang manajer media sosial mungkin tidak dapat mengakses
sebaliknya. Kedua, berbagi konten membawa
dukungan implisit ketika Dikirim oleh seseorang
yang Penerima tahu dan percaya.
Strategi
media sosial melibatkan penciptaan konten yang "lengket," yang
berarti bahwa hal itu akan mendapatkan perhatian pengguna dan meningkatkan
kemungkinan bahwa ia akan melakukan tindakan yang diinginkan, seperti membeli
produk atau berbagi konten dengan orang lain. Pemasar membuat konten viral yang
dirancang untuk menyebar di antara pengguna dengan cepat. Pemasaran media
sosial juga harus mendorong pelanggan untuk membuat dan berbagi konten mereka
sendiri, seperti ulasan produk atau komentar (dikenal sebagai "media yang
diterima").
Sementara
pemasaran media sosial dapat memberikan manfaat, itu juga dapat menciptakan
hambatan yang perusahaan mungkin tidak harus berurusan dengan sebaliknya.
Misalnya, video viral mengklaim bahwa produk perusahaan menyebabkan konsumen
menjadi sakit harus diatasi oleh perusahaan, terlepas dari apakah klaim
tersebut benar atau salah. Bahkan jika perusahaan dapat mengatur pesan
langsung, konsumen mungkin kurang kemungkinan untuk membeli dari perusahaan di
masa depan.
Ketentuan terkait
Pengoptimalan
media sosial (SMO) adalah penggunaan jaringan media sosial untuk mengelola dan
menumbuhkan pesan organisasi dan keberadaan online.
Pemasaran
digital adalah penggunaan internet, perangkat seluler, media sosial, mesin
telusur, iklan bergambar, dan saluran lainnya untuk menjangkau konsumen.
Jejaring sosial
adalah penggunaan program media sosial berbasis Internet untuk menjalin
hubungan dengan teman, Keluarga, kolega, atau pelanggan.
Tempat iklan
disesuaikan penekanan pada kebutuhan dan keinginan dari satu set kecil orang
atau konsumen individu, sebagai lawan dari khalayak massal.
Micromarketing
adalah sebuah pendekatan untuk iklan yang cenderung menargetkan sekelompok
orang tertentu di ceruk pasar. Dengan micromarketing, produk atau layanan
dipasarkan langsung ke kelompok pelanggan yang ditargetkan.
Word-of-Mouth
Marketing (pemasaran WOM) adalah ketika konsumen tertarik pada produk atau
layanan perusahaan tercermin dalam dialog sehari-hari mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar